KARYA
ILMIAH
A. Pengertian Karya
Ilmiah
Brotowijojo (1985)
dalam buku Maimunah mengemukakan bahwa
karya ilmiah adalah karya tulis yang di dalamnya menyajikan fakta yang disusun
berdasarkan metodologi penulisan baik dan benar.
Dwiloka (2005) dalam Nasucha
mengartikan,karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah seseorang ilmuan (yang
berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan imu pengetahuan, teknologi, dan seni yang di
peroleh melalui kepustakaan,
kumpulan
pengalaman, dan
pengetahuan orang lain sebelumnya.
B. Ruang Lingkup Karya Ilmiah
1. Penelitian
Penelitian adalah kegiatan
penyelidikan yang di lakukan menurut metode ilmiah yang sitematis untuk
menemukan informasi ilmiah dan teknologi
yang baru. Tulisan
ilmiah di hasilkan dari sebuah penelitian dengan metode yang sangat ketat. Di samping
itu,penelitian juga mempunyai tujuan untuk menemukan sesuatu yang baru yang
berguna bagi masyarakat umum,
termasuk
membuktikan kebenaran baru yang juga bisa berguna bagi pengembangan ilmu
pengetahuan generasi selanjutnya.
2. Pengembangan
Yang
di maksud dengan tulisan ilmiah pengembangan adalah :
a.
Kegiatan guru atau dosen dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi, dan pengetahuan untuk
peningkatkan mutu baik bagi mutu belajar mengajar atau profesionalisme.
b.
Tindak lanjut penelitian untuk mendapatkan informasi tentang cara-cara
mempergunakan teori dan proses,untuk tujuan praktis. Pokok yang di bahas dalam
tulisan pengembangan adalah menyangkut sesuatu bidang ilmu tertentu sesuai
keahlian penulis yang bersangkutan.
Sebab
tujuanya yaitu mengembangkan ilmu.
C. Kaidah Tulisan
Ilmiah
1. Sistematis
Artinya, penulisan karya ilmiah
harus di tulis secara sistematis. Sistematis di sini bisa di lakukan kalau
penulisanya memakai sistematika tertentu yang sudah di gariskan dalam
lingkungan ilmiah. Bahkan
penelitian kuantitatif dengan kualitatif juga berbeda sitematika penulisanya. Sekedar contoh, dalam penelitian
kualitatif tidak biasa memekai hipotesisi dan definisi operasional yng selama
ini menjadi wilayah penelitian kuantitatif.
2. Logis
Logis
berarti bisa di nalar.Seseorang yang menulis tulisan ilmiah tentu saja apa yag
di bahas bisa di pahami oleh akal pembacanya. Termasuk di
sini,membahas sesuatu yang tidak absurb (tidak masuk akal)atau penuh mitos. Contoh sebuah tulisan
yang membahas bagaimana nasi satu kepal bisa mengenyangkan dalam waktu satu
minggu.Bisa jadi tulisan itu di sertai data-data yang ada, tetapi untuk saat ini
pendapat tersebut bisa di anggap tidak masuk akal.
3. Cermat
Maksudnya adalah tulisan tidak di
tulis dengan sembarangan.
Ada
aturan ketat yang harus di patuhi.
Itu
juga berarti penulis memang di harapkan memahami dan mengetahui setiap bagian
yang di tulisnya. Penulis
di tuntut untuk kemampuanya dalam memahami pembacanya. Apakah pembacanya itu
dari kalangan mahasiswa,
guru, dosen, atau ilmuan lain.
4. Bahasa baku dan
istilah yang konsisten
Bahasa baku adalah bahasa yang
selama ini di ketahui masyarakat umum dan sudah menjadi bahasa nasional. Boleh juga memakai kata-kata
asing atau bahasa daerah.
Tulisan
ilmiah yang mudah di baca,
sesuai
kaidah yang berlaku lebih bagus dari pada kebanyakan memakai kata-kata asing.
D. Macam-Macam Karya
Ilmiah
1. Makalah
Makalah
adalah karya tulis yang di memuat pikiran tentang suatu masalah atau topik
tertentu yang di tulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis
yang logis dan objektif.
Makalah
di tulis untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosenatau di tulis oleh
inisiatif sendiri untuk di sajikan dalam forum ilmiah.
2.
Artikel Ilmiah
Artikel Ilmiah adalah karya tulis
yang di rancang untuk di muat dalam jurnal atau buku kumpuln artikel yang di
tulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang
telah di sepakati atau di tetapkan.
Artikel
yang di tulis oleh mahasiswa,
dosen, peneliti, dan penulis lainya
dapat di angkat dari hasil penelitian lapangan hasil pemikiran dan
kajian pustaka. Dari
sistematika penulisan isinya,
artikel
di kelompokkan menjadi dua macam,
yaitu
:artikel hasil penelitian dan artikel non penelitian.
3. Proposal Penelitian
Proposal
penelitian di ajukan sebelum penyusunan skripsi, tesis, maupun
disertasi. Biasanya di
seminarkan terlebih dahulu, hasil dari
seminar bisa di jadikan bahan perbaikan dalam menyusun skripsi ,tesis maupun disertasi. Bedanya
dalam proposal penelitian tidak terdapat pembahasan dan kesimpulan serta saran.
4. Laporan Penelitian
Laporan
penelitian adalah karya tulis yang berisi paparan tentang proses dan
hasil-hasil yang di peroleh dari suatu kegiatan penelitian.
5. Laporan Akhir
Laporan akhir biasanya di tuis
sebagai salah persyaratan mencapai pendidikan S-0/non gelar.Namun begitu, laporan akhir juga
sering di gunakan untuk mahasiswa S-1 yang melakukan kegiatan magang atau
Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau kegiatan lain yang mensyaratkan penyusunan
laporan akhir.Laporan akhir berisi penyampaian informasi ilmiah yang bersifat
faktual tentang sesuatu dari satu pihak ke pihak lainya. Laporan akhir juga
berisi informasi faktual-ilmiah dan teknologi baru yang di temukan dalam
penelitian.Laporan akhir tetap memakai kaidah dalam penulisan ilmiah.
6. Skripsi (S-1)
Skripsi biasanya di buat oleh mereka
yang akan lulus dari program sarjana (S-1).Kalau membicarakan aspek kajian
pustaka, skripsi
hanya menuntut menjelaskan keterkaitan antara penelitian yang di lakukan dengan
penelitian lain dengan topik yang sama. Dalam tinjauan pustaka peneliti berusaha
untuk mengeksplorasi penelitian sejenis yang bisa di jadikan acuan dalam
penelitian. Acuan
pustaka biasanya adalah sumber primer
(wawancara langsung, observasi, angket) dan sekunder (
dokumentasi dan sumber pustaka lain yang di kutip)
7. Tesis (S-2)
Tesis yang biasanya di peruntukkan
bagi mereka yang akan mencapai gelar master jenjangnya lebih tinggi dari
skripsi. Dalam
tesis di tuntut untuk bisa memberikan sumbangan dalam ilmu pengetahuan. Sumbangan di sini tidak
harus asli, maksudnya, sumbangan itu berasal
dari penelahan baru atas olahan atau penemuan lama. Sumbangan bisa berupa
diskusi teori yang perlu di kembangkan lebih lanjut dari tesis yang di
hasilkan.
Aspek kajian pustaka dalam tesis
juga berbeda dengan skripsi.
Aspek
kajian pustaka tidak hanya mengemukakan keterkaitan saja, tetapi menybutkan
secara jelas persamaan dan perbedaan dengan penelitian lain yang sejenis. Sementara itu jika kita
membicarakan acuan pustakanya,
tesis
mementingkan acuan sumber-sumber primer yakni dari hasil penelitian langsung, penulisan dalam laporan
penelitian, seminar
hasil penelitian,dan jurnal.
8. Disertasi ( S-3)
Disertasi berupaya untuk
mengidentifikasikan posisi dan peranan penelitian yang di lakukan dalam konteks
permasalahan yang lebih luas. Lebih luas di sini, artinya dalam di sertasi di
tuntut untuk lebih banyak mengemukakan pendapat pribadi setiap membahas hasil
penelitian lain.Orisinalitas gagasan dirinya begitu di harapkan. Kemampuan
logika untuk mengkaitkan banyak hal,menganalisis serta mengemukakan alasan
menjadi hal yang penting di lakukan.
9. Karya Imiah Di
publikasikan
Karya ilmiah di duplikasikan,berupa
informasi ilmiah yang di terbitkan dan di sebar luaskan kepada masyarakat.Karya
ilmiah sejenis ini biasanya berasal dari penelitian,misalnya skripsi, tesis, dan disertasi. Di beberapa lembaga
atau perguruan tinggi ada beberapa jurnal yang di terbitkan dan biasanya berasa
dari ringkasan hasil penelitian.
Ini
menjadi target perguruan tinggi,
sebab
tulisan ilmiah hasil penelitian mempunyai bobot nilai tinggi dalam usaha
mendapatkan akreditasi jurnal dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Meskipun
begitu, sebenarnya
ada juga karya ilmiah di publikasikan yang idak berasal dari hasil peneliian.
10. Karya Ilmiah Di
dokumentasikan
Umumnya, beberapa hasil
penelitian dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi di simpan dalam perpustakaan. Tulisan ini masuk dalam
karya ilmiah yang di dokumentasikan.
Mengapa
termasuk karya itu?Sebab,
tulisan
tersebut sengaja tidak di sebarluaskan kepada masyarakat, tetapi hanya untuk
memenuhi kebutuhan akademik perguruan tinggi. Bahkan saat sekarang,pendokumentasikan
naskah tersebut sudah memakai kepingan CD, meskipun wujud fisik
naskahnya juga tetap ada.
E. Perbedaan
Skripsi,Tesis,Dan Disertasi
Perbedaan antara skripsi, tesis, dan disertasidapat
dilihat dari dua aspek yaitu : aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.dapat di katakan bahwa
disertasi bobot akademisnya lebih berat dari tesis, sedangkan tesis bobot
akademisnya lebih berat dari pada skripsi. Oleh karena itu
perbedaan skripsi, tesis, dan disertasi biasanya
tidak hanya di lihat dari aspek kuantutatif, tetapi lebih banyak di
lihat dari aspek kualitatif.
Berikut
ini aspek-aspek yang membedakan skripsi, tesis, dan disertasi :
1.
Beda permasalahan
Identifikasi masalah untuk skripsi
di dasarkan atas informasi dari koran, majalah, buku, jurnal laporan
penelitian, seminar, atau keadaan lapangan.
Masalah
yang di kaji di skripsi cenderung pada masalah yang bersifat penerapan ilmu, sedangkan dalam tesis
dan disertasi harus cenderung ke arah pengembangan ilmu.
2.
Beda aspek metodologi penelitian.
Penulisan skripsi di tuntut untuk
menyebutkan upaya untuk memperoleh data penelitian secara akurat dengan
menggunakan instrumen pengumpulan data yang valid. Bagi penulis tesis, penyebutan adanya upaya
saja tidak cukup, tetapi
harus di sertakan bukti-bukti yang dapat di jadikan pegangan untuk menyatakan
bahwa instrumen pengumpulan data yang di gunakan cukup valid. Sedangkan untuk penulis
disertasi,bukti-bukti validitas instrumen pengumpul data harus dapat di terima
sebagai bukti-bukti yang tepat.
3.
Beda aspek hasil penelitian.
Hasil penelitian yang di paparka
dalam kesimpulan skripsi harus di dukung oleh data yang di peroleh dari
penelitian yang di lakukan. Dalam
tesis, hasil
penelitian yang di kemukakan selain di dukung oleh data yang di peroleh dari penelitian
yang di lakukan,juga harus di bandingkan dengan hasil lain yang sejenis. Oleh karena itu,dalam
tesis dan disertasi perlu ada bab tersendiri yang menyajikan pembahasan hasil
penelitian. Hasil
penelitian skripsi yang di tulis dalam bentuk artikel hendaknya di arahkan
untuk dapat di terbitkan dalam jurnal ilmiah yang bermutu, sedangkan hasil
penelitian tesis dan disertasi harus memenuhi kualifikasi layak terbit dalam
jurnal ilmiah yang bermutu.
4.
Beda aspek kemandirian.
Selain di dasarkan pada ketiga aspek
tersebut, skripsi
tesis dan disertasi juga dapat di bedakan berdasarkan tingkat kemandirian
mahasiswa dalam proses pelaksanaan penelitian dan penulisan naskah karya
ilmiah. Secara
umum dapat dinyatakan bahwa proses penelitian dan penulisan tesis dan disertasi
lebih mandiri dari pada skripsi.Secara kuantitatif dapat diilustrasikan sebagai
berikut : untuk disertasi kira-kira 90% karya asli mahasiswa,sedangkan 10%
merupakan bimbingan serta arahan dosen pembimbing.untuk tesis persentase bisa
lebih kecil dari pada disertas
dan
skripsi persentasi lebih kecil dari pada tesis da di sertasi
F. Ciri-Ciri Tulisan
Ilmiah
Ada banyak ciri tulisan ilmiah yang
di kemukakan para penulis.W.Paul Jones pernah mengungkapkan beberapa ciri
tulisan ilmiah antara lain :
ü Menyajikan
fakta
ü Cermat
dan jujur ( accurate and truthful )
ü Tidak
memihak ( disinterested )
ü Sistematis
ü Tidak
bersifat baru ( not emotive )
ü Mengesampingkan
pendapat yang tidak berdasar (unsupported opinion )
ü Sungguh-sungguh
ü Tidak
bercorak debat ( not argumentative )
ü Tidak
bernada membujuk ( not directly persuasive )
ü Tidak
berlebih-lebihan
G. Asas Menulis Karya
Ilmiah
Kita
perlu mengetahui asas menulis karya ilmiah yang jelas. Robert Gunning
(Widyamartaya dan Sudiati,1997) dalam bukunya Principles of Clear Writing,Clear News Writing,The Technique of Clear
Writing pernah membuat kriteria sebagai berikut :
1.
Keep Sentences Short ( gunakan kalimat pendek )
Biasanya
anda menulis dengan kalimat pendek-pendek. Jika terpaksa harus
menggunakan kalimat panjang sebaiknya di selingi dengan kalimat pendek, sehingga meningkatkan
kejelasan tulisan. Penggunaan kalimat panjang hanya akan membingungkan pembaca.
Tulisan pendek biasanya di gunakan untuk tulisan-tulisan non fiksi. Namun demikian, dalam penulisan ilmiah
juga tidak di larang.
2.
Prefer The Simple to The Complex ( pilih sederhana dari pada rumit )
Kata-kata sederhana,kalimat sederhana, bahasa sederhana lebih
meningkatkan keterbacaan suatu tulisan. Biasanya penulis pemula memberlakukan
menulis seperti keranjang sampah yang semua informasi yang di dapatkanya perlu
di ungkapkan semua. Padahal
tidak semua informasi yang di dapatkan harus di masukan dalam tulisan itu.
3.
Prefer The Familiar Word ( pilih kata
umum yang di kenal )
Tujuanya adalah agar ide yang di
ungkapkan dapat secara mudah dan jeas di tangkap pembaca. Kata umum lebih di anjurkan dari
pada kata asing. Misalnya, antara kat intensit dan
intensif jelas berbeda artinya.
4.
Avoid Unnecessary Words ( hindari kata yang tidak perlu )
Setiap kata harus mempunyaiperanan
dalam kalimat atau tulisan. Kata yang tidak perlu hanya melelehkan pembaca.
Bahasa Indonesia dalam perkembanganya di pengaruhi oleh bahasa asingsalah
satunya bahasa Inggris. Misalnya
penggunaan kata-kata adalah dan bahwa di awal kalimat.
5.
Put Action in Your Verbs ( beri tindakan dalam kata kerja anda )
Kata kerja aktif yang mengandung
tindakan, yang
menunjukan gerak akan membuat tulisan menjadi hidup dan bertenaga untuk
menyampaikan pesan yang di maksud.Contohnya, “bola itu menjebol gawang lawan”
lebih bertenaga dari “gawang lawan kemasukan bola itu”.
6.
Write Like You Talk ( menulislah seperti anda bercakap-cakap )
Kata
yang di tulis sebenarnya pengganti ucapan lisan. Ini membuat tulisan
lebih jelas. Buku-buku
how to seringkali di paparkan dengan
cara bertutur seperti ini.
7.
Use Terms Your Reader Can Picture ( pakailah istilah yang pembaca dapat
menggambarkanya )
Kasus ini sangat berkaitan dengan
konteks siapa yang menjadi sasaran tulisanya. Perkataan konkret lebih jelas
dari pada yang abstrak. Contohnya, kata “factory town”
(kota dengan banyak pabrik) lebih jelas dari “industrial community” (masyarakat
industri).
8.
Tie in With Your Reader’s Experience ( kaitkan dengan pengalaman pembaca )
Istilah abstrak memang berguna untuk
proses pemikiran, tetapi
licin di gunakan dalam beromunikasi karena terbuka macam-macam penafsiran.
Tulisan yang jelas adalah tulisan yang dapat di baca dan di pahami pembaca
sesuai dengan latar belakang pegalamanya. Buku-buku yang di tulis oleh
orang-orang eksak bisa jadi akan susah di pahami oleh orang-orang sosial, begitu juga sebaliknya.
9.
Make Full Use of Variety ( manfaatkan epenuhnya keanekaragaman )
Tulisan tidak boleh senada,datar,dan
sepi sehingga membosankan. Harus ada variasi dalam kata, frase, kalimat, maupun ungkapan lain. Contohnya,”itu pulalah
mengapa, membaca
buku bagi dosen wajib hukumnya. Masalahnya, berbagai ilmu
pengetahuan dan perkembangan wacana biasanya bisa di dapatkan melalui buku.
Bagaimana mungkin Dosen akan bisa mengajar dengan baik dan menarik bagi
mahasiswa jika buku dan informasi yang di kemukakanya tidak berubah setiap
tahun”.
10.
Write to Express not Impress (menulis untuk mengungkapkan,bukan untuk
mengesankan)
Menulis itu bukan untuk
mengungkapkan kepandaian,kehebatan penulis, tetapi bagaimana
pembaca benar-benar memahaminya.
Oleh
karena itu, buatlah
contoh dan penjelasan lebih konkret atas apa yang di ungkapkan. Menulis bukan untuk
menujukan bahwa kita itu pinter.
H. Kode Etik Penulisan
Karya Ilmiah
Kode etik adalah seperangkat norma
yang perlu di perhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan
dengan pengutip dan perujukan,
perizinan
terhadap bahan yang di gunakan,
dan
penyebutan sumber data. Adapun
beberapa kode etik menurut Bahdin Nur Tanjung ( 2005 : 7-9 ) yaitu
·
Penulis harus jujur
menyebutkan pikiran yang di ambildari sumber lain.
·
Penulis karya ilmiah
harus menghindarkan diri tindak kecurangan yang lazim di sebut plagiat.
·
Dalam menggunakan bahan
dari suatu sumber (misalnya instrumen, bagan, gambar, dan tabel), penulis wajib meminta
izin kepada pemilik bahan tersebut.
·
Nama sumber data atau
informan, terutama
dalam penelitian kualitatif,
tidak
boleh di cantumkan apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber
data atau informan.
I. Langkah-Langkah
Penulisan Ilmiah
Menulis
sebuah artikel ilmiah,menurut Suparno ada lima langkah umum yang di
penuhi,antara lain :
1.
Pengembangan Gagasan
Gagasan yang di kemukakan adalah
berfikir ilmiah. Gagasan
itu dapat berupa hasil berfikir konseptual tentang topik tertentudalam suatu
bidang ilmu. Gagasan
itu juga dapat berupa hasil penelitian. Hasil penelitian pada hakikatnya gagasan
karena hasil penelitian itu produk berpikir ilmiah.
2.
Perencanaan Penulisan Naskah
Menurut Suparno, perencanaan penulisan
naskah itu meliputi perencanaan gagasan, perencanaan format dan teknik penulisan, dan perencanaan bahasa. Perancanaan ini tidak
memasuki aspek ejaan dan tanda baca karena aturan ejaan dan tanda baca itu
sudah di formatkan sebagai ketentuan yang tidak memungkinkan adanya kreativitas
penulis dan preferensi.
a.
Perencanaan Isi Artikel
Perencanaan gagasan artikel di
realisasikan dalam pengembangan butir-butir gagasan artikel (Suparno,2000:40). Perencanaan gagasan
artikel di lakukan pada tiga tingkat, yakni tingkat gagasan artikel,tingkat
gagasan bagian artikel, dan
tingkat gagasan paragrafdalam artikel. Pada tingkat gagasan artikel,perencanaan
di lakukan dengan menjabarkan gagasan utuh artikel dan menuangkan hasil
penjabaran itu ke dalam kerangka isi artikel. Hasil perencanaan ini
adalah kerangka isi utuh artikel.
Pada
tingkat gagasan bagian artikel,
perencanaan
dilakukan dengan menjabarkan gagasan bagian artikel dan menuangkan hasil
penjabaran itu ke dalam kerangka isi bagian artikel. Hasil perencaan ini
adalah kerangka isi utuh bagian artikel. Pada tingkat gagasan paragraf, perencanaan di lakukan
dengan menjabarkan gagasan paragraf dan menuangkan hasil penjabaran itu ke
dalam kerangka isi paragraf.
Hasil
perencanaan ini adalah kerangka isi paragraf.
b.
Perencanaan Format Dan Teknik Penulisan
Perencanaan format dan teknik
penulisan direalisasikan dalam penentuan umum format dan teknik penulisan yang
akan di gunakan dalam penulisan naskah. Ada format umum dan format khusus
sebagai format gaya khusus.
Format
umum adalah realisasi konvensi format yang berlaku secara umum, diikuti oleh hampir
semua penulis artikel jurnal.
Sedangkan
format khusus adalah format yang menandai gaya selingkuh itu juga tersebar pada
komponen-komponen tersebut.
c.
Perencanaan Bahasa
Perencanaan bahasa penulisan naskah
di wujudkan dalam pemilihan ragam bahasa yang akan di gunakan dalam
naskah.Ragam bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa ilmiah. Menurut Suparno dan
kawan-kawan (1984:1-4) mengemukakan tujuh ciri bahasa Indonesia ilmiah,yakni
:bernalar,lugas dan jelas,berpangkat tolak pada gagasan (bukan penulis),formal
dan objektif,ringkas dan padat,konsisten,dan menggunakan istilah-istilah
teknis.
Ramlan dan kawan-kawan (1990:9-10)
mengemukakan tujuh ciri ragam bahasa Indonesia ilmiah, yakni :baku, menggunakan istilah
teknis, lebih
berkomunikasi dengan pikiran dari pada dengan perasaa, padu dalam hubungan
gramatikal, logis
dalam hubungan semantis,
mengutamakan
penggunaan kalimat pasif untuk mengutamakan peristiwa dari pada pelaku, dan konsisten dalam
banyak hal: penggunaan
istilah, tanda
baca, dan
penggunaan kata ganti.
3.
Pengembangan Paragraf
Paragraf pada hakikatnya adalah
satuan bentuk pengungkap satu gagasan dasar dan satuan bentuk pengungkap yang
berstruktur dalam karya tulis.
Paragraf
berisi satuan pikiran yang tertuang dalam sejumlah kalimat untuk mengungkapkan
satu gagasan dasar. Paragraf
berisi satuan gagasan dari gagasan yang lebih besar. Paragraf adalah satuan
teks terkecil yang berisi satu gagasan dasar dalam pembentukan gagasan yang
lebih besar. Menurut
Rivai (2001:33), banyak
ilmuan Indonesia yang tak dapat menggunakan paragraf secara efektif. Kegagalan ini terjadi
karena tidak di pahaminya fungsi paragraf sebagai pemersatu kalimat yang
koheren serta berhubungan secara sebab dan akibat untuk menjelaskan suatu
kesatuan gagasan atau tema.
Keberhasilan paragraf sangat di
tentukan oleh kerapian penempatan kalimat yang tepat dalam paragraf tersebut. Oleh karena itu, perlu diidentifikasikan
kalimat pokok suatu paragraf yang menentukan jiwa keseluruhan paragraf.
4.
Finalisasi
Finalisasi adalah salah satu proses
yang lazim dalam finalisasirevisi naskah. Sebelum revisi dilakukan, penulis melakukan
pemeriksaan ulang terhadap draf artikel dari segi isi, bahaa, ejaan, tanda baca, dan teknik penulisan. Berdasarkan pemeriksaan
ulang itu, penulis
menemukan kekurangan dan kesalahan dalam artikel dan berdasarkan temuanya itu
penuis melakukan revisi naskah artikel.
Finalisasi yang sangat lazim di
lakukan adalah penyuntingan naskah.
Penyuntingan
yang dapat di lakukan segera adalah penyuntingan oleh penulis artikel. Ada keuntungan yang di
peroleh penulis dari revisi dan penyuntingan sendiri. Naskah artikel yang
sudah di kirimkan sudah di proses dengan benar sehingga memiliki peluang untuk
dimuat. Artikel
yang sudah di revisi dan disunting lebih baik dari pada artikel yang belum di
revisi dan di sunting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar